Hari Pertama MOS
Oleh : Riska Nur Sagita
“Besok kalian tetap pakai seragam merah putih. Bawa tas yang terbuat dari kardus dan ditulisi nama kalian di depannya. Nggak boleh bawa tas biasa. Harus dan hanya bawa tas kardus. Terserah mau dibikin tas kayak apa, yang penting bahannya kardus.”
Para peserta MOS langsung galau begitu mendengar lima kalimat pertama dari isi pidato itu. Mereka riuh menumpahkan kegalauannya dengan kata-kata. Dengan terpaksa sang ketua panitia MOS menghentikan pidatonya—memberi ruang untuk para peserta MOS bergalau ria.
“Aduh, gimana cara bikin tas kardus?” keluh salah seorang peserta sembari menulis ‘1. TAS KARDUS’ pada secarik kertas di pangkuannya.
“Aku nggak tahu, palingan aku juga minta dibikinin sama Bapak,” jawab peserta yang lain menutup pembicaraan. Mereka lalu kembali menyimak pidato dari ketua panitia MOS. Tampak kegalauan tersirat pada raut wajah polos mereka.