Seolah tak saling kenal.
Saya dan dia sama-sama hanya berdiam diri. Dia tahu tidak ya kalau saya
sebenarnya menunggu dia memulai chat duluan (apakah dia pun menunggu saya
memulai chat?), tapi rupanya sampai beberapa menit berlalu di antara kami tidak
ada yang berniat memulainya satupun.
Saya terus menunggu sampai
akhirnya saya sadari kalau dia sudah offline. Saya mencoba berkhusnudzon kalau
saat tadi dia sedang sibuk mencari tugas sehingga tidak sempat bercakap dengan
saya. Meskipun begitu, saya tetap saja sedih. Karena padahal dulunya saya dan
dia selalu larut dalam percakapan ruang maya. Tapi sekarang ...,
Beberapa jam kemudian saya
kirim SMS kepada nomor handphonenya hanya berisi namanya yang berarti memanggil
saja. Beberapa menit kemudian dia membalasnya dengan satu kata “iyaa”. Lalu saya
bertanya sedang apakah dia, dia hanya menjawab “latian nari”. Saya tutup
handphone saya. Saya berpikir, ‘Dia berbeda dengan yang dahulu’
Pertanda apakah ini? Dia masih
belum memaafkan kesalahan saya yang waktu lalu mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar