Categories

Kamis, 15 November 2012

Untuk 'someone'

Saya ingin bertanya pada kamu :
Kamu maih ingat saya tidak?
*uhuk*
Kemungkinan besar tidak ya.


Di sini saya hanya ingin minta maaf padamu.
Mengingat apa yang telah saya lakukan padamu dulu.
Dulu saya benar-benar munafik karena selalu mengabaikan kamu padahal hati ini sebenarnya sangat ingin bersama kamu. Bahkan dulu untuk jadi teman kamu saja saya tidak mau. Saya benar-benar munafik. Kamu tahu? Dulu saya sempat menyayangi kamu loh. Lagi-lagi tapi saya munafik.

Sekarang, tepatnya sejak kita pisah sekolah, saya jadi jarang sekali melihat kamu, dan saya rindu. Dari tempat itu kadang saya berharap bisa bertemu kamu. Tapi nyatanya tidak pernah. Atau mungkin pernah sesekali cuma saja saya tidak mengenalimu karena pandangan saya telah sedikit buram. Seharusnya saya sudah pakai kacamata, tapi saya enggan. (ini tidak penting)

Sobat (?), beberapa malam saya sempat memimpikanmu dan setiap bangun saya selalu sedih karena itu ternyata hanya mimpi. Dari mimpi itu saya berharap kamu tidak melupakan saya. Saya berharap kamu masih menyayangi saya agar saya bisa menebus semua salah saya dulu. Tapi .., jika melihat keadaan saya sekarang mungkin kamu akan berteriak "jijik", dan malah menjauhi saya. Saya sadar itu.

Saya pikir kamu sekarang sudah dewasa, sama seperti saya. Kamu sudah temukan wanita-wanit yang cantik. Mantan pacarmu sudah banyak. Saya tidak peduli (munafik).

Saya hanya mohon. Tolong .., tolong ajari saya bagaimana cara mencintai yang seperti dirimu. Ikhlas meski terabaikan. Karena mencintai dirimu yang seperti cara saya membuat saya menyesal sebab tak ada balasan. Barangkali ini balasan atas apa yang pernah saya lakukan padamu dulu. Mengabaikamu hingga kamu sakit.

Maaf, maaf karena saya hanya berani menuliskannya di sini. Yang kemungkinan besar takkan pernah kamu baca sampai kapanpun. Sekali lagi saya minta maaf, dan jujur saya telah menyesal karena terlambat mengakui bahwa kamulah cinta pertama saya.
[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages