Categories

Rabu, 08 Mei 2013

Fenomena 'Add Me'



Setelah kemarin saya bikin catatan tentang fenomena 'like back', kali ini saya kembali nulis catatan, masih mengenai fenomena-fenomena di jagad facebook, yakni fenomena 'Add me'.
*
*
*
Permintaan 'add me' atau 'tambahkan aku sebagai temanmu' seringkali saya temukan bercecar di dinding dan komentar postingan fanpage yang di dalamnya memuat banyak anggota.

Hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saat membaca belasan bahkan puluhan komentar yang kesemuanya hanya berisi dua kata itu. Tentu saja komentar 'add me' seringkali sama sekali tidak nyambung dengan isi postingan yang mereka komentari, kecuali jika ditulis pada fanpage-fanpage yang menjanjikan temanmu akan bertambah sepuluh ribu dalam waktu satu detik.

Sebetulnya menurut saya sibuk menuliskan 'add me' itu termasuk hal yang sia-sia. Kenapa? Lantaran komentar kita kemungkinan besar dalam waktu singkat juga sudah tertimbun oleh komentar-komentar yang lain yang bahkan sama-sama bertulis "Add Me".

Dan lalu ketika berhasil menjaring beberapa akun facebook untuk klik 'add' pada profil kita ... Apakah ada kebanggaan tersendiri begitu ya? Bangga jika di beranda banyak (calon) teman yang mengantri untuk dikonfirmasi? Bangga menaut banyak teman yang bahkan sampai kuota teman facebook habis sementara tidak semua teman facebook baik? 


Sebenarnya apa sih tujuan memiliki akun facebook? Berkenalan dengan teman-teman dari beragam wilayah. Oke, ini sebenarnya salah satu tujuan saya juga. Teman yang banyak dari beragam wilayah, terdengar mengasyikkan yah?

Tetapi, bukan lantas karena ingin berteman dengan sosok dari beragam wilayah, kita konfirmasi semua antrian pertemanan di beranda. Sepantasnyalah kita tidak mudah berlaku demikian. Apalagi ini kan dunia maya. Bukankah dalam kehidupan nyata kita juga kerap memilah-milih teman? Mana yang baik dan tidak. Itu pun yang mestinya kita lakukan di facebook?! Ini bahkan termasuk hal wajib!

Tidakkah mengingat banyak kasus penculikan yang medianya ialah jejaring sosial semacam facebook? Ngeri sekali, bukan? Berteman dengan orang melalui facebook lalu dekat-dekat-dekat sampai mengajak ketemuan. Setelah ketemu diajak jalan-jalan ke mana dan tidak dipulangkan. Hiiii ... Oke, ini saya tulis cuma untuk memaras-marasi. :P

Tetapi bisa saja, kan? Dengan asal mengonfirmasi permintaan pertemanan, kemungkinan-kemungkinan buruk itu pun semakin besar. Naudzubillah ...

Teman-teman, tanpa bermaksud menggurui, ada baiknya mulai sekarang kita tidak dengan mudah menulis permintaan 'add me' di tempat 'umum' atau mengonfirmasi semua antrian pertemanan di facebook tanpa seleksi.

Jujur, saya juga dulu sebenarnya mudah sekali mengonfirmasi permintaan pertemanan, lho. Tetapi belakangan, ketika banyak kasus penculikan lewat facebook mencuat, saya mulai mengurangi kebiasaan itu. Sekarang, sebelum mengonfirmasi, saya biasanya menilik dulu info dan mutual friend-nya. Apabila baik, maka saya konfirmasi. Saya juga malah kini jadi rajin meremove teman-teman facebook. Beberapa yang mengomentari status saya atau di statusnya bertulis tidak sopan, maka tanpa babibu saya langsung klik unfriend di profilnya. Toh, saya tidak mengenal mereka, juga tidak ada manfaat yang saya dapat dengan berteman dengan mereka.

Makanya yuk, mulai sekarang pilah-pilih teman facebook supaya tidak ada orang jahat yang berseliweran di beranda kita. Jangan sekali-kali nulis 'add me' lagi. Biarlah punya sedikit teman facebook asalkan kesemuanya baik-baik daripada punya banyak teman facebook tetapi sebagian tidak punya etika. Betul, tidak?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages