Dari Abdullah RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda : Tidak akan masuk surga, seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya seberat biji sawi.”"
Rabu, 01 Mei 2013
Fenomena 'Like (Back)'
Beberapa detik setelah sebuah status facebook saya luncurkan, satu-dua jempol pun nyangkut di status tersebut.
Sebenarnya apa sih yang mereka harapkan ketika selesai meng-update status facebook? Menumpahkan uneg-uneg, kan wajarnya biar lega? Atau malah mengharap jempol yang banyak? Komentar yang banyak? Banyak yang nge-share? Banyak yang report? wkwkwk.
Sebenarnya apa sih yang mereka harapkan ketika selesai meng-update status facebook? Sampai-sampai saya pernah (bahkan sering) mendapat komentar di status facebook saya yang inti isinya yakni, "Like back, donk!"
Oh my Allaah, akankah dalam peluncuran sebuah status facebook, hal yang paling mereka inginkan ialah banyak jempol yang nyangkut di status mereka makanya mereka gencar minta di-like back kepada saya (dan teman lain)? Kenapa? Biar gaya? Biar gaul?
Sayang seribu sayang, sebab kemungkinan saya like-back itu kecil. Jempol saya ini hanya untuk status yang benar-benar pantas di-like karena kandungannya yang yahud atau untuk yang benar-benar membutuhkan (seperti untuk lomba). Jadi bisa dibilang kalau jempol saya ini mahal harganya. Kalau toh karena ini mau unlike status saya ya mango. :-P
Jika saya sendiri, dalam meng-update status facebook, bukan jumlah like atau komentar atau share yang terpenting. Melainkan saya butuh agar status saya dibaca dan dikomentari solusi apabila status itu berupa curhatan masalah, dan dikritisi apabila status itu berupa karya tulisan. Se-simple itu, Fren!
Saya juga tidak sedih ketika status facebook saya hanya satu-dua orang yang like karena memang status saya tidak bermakna, teman facebook saya juga sedikit, terakhir, yakni karena saya tidak hobi like status orang. Faktanya, kebanyakan mereka yang pada statusnya hinggap banyak jempol itu dikarenakan usaha keras mereka dalam meminta like back dan kegencaran mereka dalam membagikan jempol kepada setiap status di berandanya.
Tidak perlu segitunya sebenarnya jika ingin menyangkut banyak jempol di status kita. Tidak perlu rajin like status orang, tidak perlu pakai aplikasi autolike, tidak perlu selalu minta like back. Yang dilakukan cukup satu kuncinya yakni updatelah status facebook yang bermakna dan berguna, maka niscaya statusmu banyak yang like, bahkan share. Serius! Ini nyata lhoh, karena saya seringkali mendapati status yang demikian di beranda.
Ya, memang tidak ada salahnya sih main like-like backan. Asalkan sopan ya dan tidak memaksa. Soalnya saya juga kadang begitu sih :P. Tapi saya seringnya like-backan kepada teman yang sedang ikut lomba like terbanyak gitu. Karena jika demikian kan berarti kita menolong mereka untuk menang, ya? Oh ya, yang artinya bahwa like-like back itu juga bisa mempererat tali persaudaraan di ranah maya ya. Hmm ... Oleh karena itu, yuk mari kunjungi http://nursagita.blogspot.com/ lalu komentari postingan saya yang judulnya Cara Praktis Mengisi Pulsa. Postingan itu lagi diikutkan lomba, lho. Mari mempererat tali persaudaraandi ranah maya! Hehe ^_^V
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar