Categories

Minggu, 14 Juli 2013

-_-"

Komentarku pada postingan sebuah fanbase seorang penyanyi muda yang saat ini sedang naik daun menuai kontroversi. Padahal tuh komentar cuma berisi satu kalimat, dan sejauh ini aku sama sekali belum nemu salahnya komentarku (mana bisa nemu).

Sejak komentar itu diluncurkan sampai sekitar sepuluh menit lalu, ada lima orang me-reply. Semuanya kontra. Aku sih nggak bisa secara lengkap membaca balasan mereka karena ketika aku buka, komentar mereka sudah tenggelam oleh komentar-komentar yang lain (kan lagi hangat-hanganya tuh penyanyi jadi idola). Tapi beberapa kata mereka yang muncul di notifications sudah cukup kok mengindikasikan respon mereka terhadap komentarku yang intinya ialah ..., kontra.

Mungkin menurut mereka komentarku terlalu kejam kali ya. Kalo boleh jujur aku emang orangnya agak kejam untuk sebuah isi hati. Kebanyakan orang di dunia nyata mungkin mengenalku sebagai sosok 'pendiam'. Heuh, tapi itu sama sekali bukan aku! Aku yang asli ialah amat periang dan suka lelucon. Mereka yang kudiami dan kubaiki biasanya bukan orang yang kepada mereka aku nyaman. Ya, merekalah yang memaksaku bersikap demikian sebab mereka belum mampu menerima apa adanya diriku.~

Aku jadi teringat pada hari kemarin nih. Pada siang bolong di hari Jumat seorang teman bercerita mengenai respon dua orang laki-laki berumur terhadap sebuah kesalahan kecil yang tanpa sengaja dia lakukan kemarin. Kesalahan kecil itu tidak bisa aku tuliskan di sini. Intinya, mereka menghubung-hubungkan kesalahan itu dengan *k**ta*si*. Sebagai anak *k**ta*si, jelas dia gela. Aku yang mendengarnya pun gela bukan kepalang. Dadaku panas mendengar ceritanya sampai akhir. Yang aku sayangkan, kenapa dia diam saja dibegitukan? Padahal jika aku jadi dia, aku pasti akan berucap "Leh, manusia ya luput" atau apalah yang intinya menunjukkan bahwa aku tidak terima!

Besok Senin ialah giliranku mengikuti seorang 'berumur'. Apakah aku akan bernasib sama seperti temanku? Tapi sungguh jika begitu aku tidak akan diam saja. Meski hanya sekelumit kata pasti akan aku jawal. Dampak negatif tak pernah kupikirkan walau itu berbunyi aku harus keluar sekalipun! Bagiku, harga diri itu perlu diperjuangkan! Apalagi jika membawa nama '*k**ta*si' yang jelas akan bersangkut dengan *e*o*a*ku. Aku tidak akan terima!

Memang inilah aku dengan segala sisi negatifku. Mungkin orang nggak banyak yang nyangka kalo aku bisa jadi kejam dan frontal memperjuangkan isi hati yang benar-benar ingin diperjuangkan dan harga diri yang juga benar-benar ingin diperjuangkan.

Benar, meski terlihat lemah dalam banyak hal, tapi aku tidak akan membiarkan orang-orang menginjak-injak martabatku. Terkadang aku memang sengaja mengalah, tapi itu bukan untuk kebahagiaan orang-orang yang 'akhirnya' menang. Semata-mata hanya karena aku tidak ingin sebuah masalah berlanjut hingga kata-kata kotor keluar dari mulutku. Karena jika itu terjadi, tandanya aku sedang berada di puncak kemarahan!

I'll respect you if you respect me!

#tulisaninidiketikdenganemosi
Kamar Kuning, 29-06-2013:21.17 WIB

2 komentar:

  1. Kadang kebenaran tidak mesti membahagiakan

    BalasHapus
  2. ya betul, tapi setidaknya itu lebih baik daripada bohong :).

    BalasHapus

Pages