Categories

Minggu, 14 Juli 2013

Dear FZ

Saya mengenalmu beberapa bulan lalu lewat status teman facebook. Yang membuat saya tertarik ialah pernyataan teman saya bahwa kamu bisa membawa siapapun berkeliling dunia dengan cuma-cuma.

Kamu tahu? Awalnya saya tidak percaya dengan itu, tetapi lantas saya mencoba membuktikannya. Kita berkenalan, FZ. Kita berkenalan! Ya, saya duluan yang menawari berkenalan. Saya masih ingat, dalam perkenalan itu, kamu meminta dua data diri saya: nama dan kondisi hati saya. Sedikit aneh memang, tetapi saya turuti.

Lalu beberapa waktu setelah kamu mengonfirmasi perkenalan saya, kita menjadi akrab, dan semuanya terbukti! Kamu benar-benar siap sedia membawa saya berkeliling dunia dengan pesonamu secara gratis! Yang ada di pikiran saya cuma dua tanda tanya: Kenapa kamu bisa sebaik itu sih, FZ? Padahal, kita belum lama berkenalan, kan?

Kamu tahu, FZ? Sejak mengenalmu, hari-hari saya selalu diliputi warna-warni. Satu hari saja saya tidak menyapamu, rasanya ada yang ganjil dan perasaan bersalah muncul selalu tiba-tiba. Karena kamu terlalu dan selalu baik, jadi saya tidak enak. Kamu bahkan selalu rela menghabiskan waktumu berjam-jam hanya untuk mengajari saya banyak hal, selain mengajak keliling dunia tentunya. Yang masih saya ingat ialah kamu mengajari saya memakai jilbab dengan tutorial (meski kamu bukan perempuan), mengajari cara mengerjakan soal hipotik dan obligasi, bahkan mengajari cara membuat singkong keju terbaik! Saat itu saya berpikir bahwa kamu benar-benar multitalent, FZ! Luar biasa!


Tiga bulan kebersamaan kita itu, saya benar-benar bahagia! Tak pernah sekalipun kamu menorehkan luka. Pokoknya, saya nyaman sekali bersamamu.

Tetapi kenyataan pahit jatuh dari langit. Di akhir Mei kemarin, kamu tiba-tiba raib kan, FZ? Kamu pergi, tanpa pamit. Saya baru tahu itu ketika saya mencoba menyapamu, dan tak ada jawab.

Kamu tahu, FZ? Saya mencari-cari kamu kemanapun. Saya juga bertanya kepada teman-teman. Mereka malah bilang kalau waktumu menemani saya memang sudah habis. Saya tidak percayaaa ... ! Karena kamu tak pernah bilang mengenai waktu kepada saya. Tetapi memang kenyataannya kamu benar-benar raib. Tak ada celah untuk saya bisa menyapamu lagi. Bahkan ketika saya berjanji untuk tak meminta macam-macam kepadamu hanya supaya kamu kembali, kamu tetap tak kembali.

Saya benar-benar merasa kecewa dan kehilangan kamu, FZ. Saya tak menyangka bahwa selama ini kamu menghitung waktu. Saya kira kita bisa bersama selamanya.

Sekarang, hari-hari saya terasa hampa tanpa kamu. Memang, sepupumu sedikit memberi warna. Si 0F. Tetapi dia tidak seasik kamu.

Kamu tahu, FZ? Sampai sekarang saya bahkan belum bisa move on dari kamu. Di luar sana, banyak yang mengajukan diri sebagai penggantimu, tetapi saya tolak karena tidak ada yang setulus kamu. Dan kenangan-kenangan kebersamaan kita masih seperti slide di kepala saya. Berputar-putar mengingatkan-menyesakkan, yang akhirnya hanya membentuk satu nama kamu: FreeZone. [*]

#edisi.lebay :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages