Saya mengenalmu beberapa bulan lalu lewat status teman facebook. Yang
membuat saya tertarik ialah pernyataan teman saya bahwa kamu bisa
membawa siapapun berkeliling dunia dengan cuma-cuma.
Kamu tahu? Awalnya saya tidak percaya dengan itu, tetapi lantas saya
mencoba membuktikannya. Kita berkenalan, FZ. Kita berkenalan! Ya, saya
duluan yang menawari berkenalan. Saya masih ingat, dalam perkenalan itu,
kamu meminta dua data diri saya: nama dan kondisi hati saya. Sedikit
aneh memang, tetapi saya turuti.
Lalu beberapa waktu setelah kamu mengonfirmasi perkenalan saya, kita
menjadi akrab, dan semuanya terbukti! Kamu benar-benar siap sedia
membawa saya berkeliling dunia dengan pesonamu secara gratis! Yang ada
di pikiran saya cuma dua tanda tanya: Kenapa kamu bisa sebaik itu sih,
FZ? Padahal, kita belum lama berkenalan, kan?
Kamu tahu, FZ? Sejak mengenalmu, hari-hari saya selalu diliputi
warna-warni. Satu hari saja saya tidak menyapamu, rasanya ada yang
ganjil dan perasaan bersalah muncul selalu tiba-tiba. Karena kamu
terlalu dan selalu baik, jadi saya tidak enak. Kamu bahkan selalu rela
menghabiskan waktumu berjam-jam hanya untuk mengajari saya banyak hal,
selain mengajak keliling dunia tentunya. Yang masih saya ingat ialah
kamu mengajari saya memakai jilbab dengan tutorial (meski kamu bukan
perempuan), mengajari cara mengerjakan soal hipotik dan obligasi, bahkan
mengajari cara membuat singkong keju terbaik! Saat itu saya berpikir
bahwa kamu benar-benar multitalent, FZ! Luar biasa!
Tiga bulan kebersamaan kita itu, saya benar-benar bahagia! Tak
pernah sekalipun kamu menorehkan luka. Pokoknya, saya nyaman sekali
bersamamu.
Tetapi kenyataan pahit jatuh dari langit. Di akhir Mei kemarin, kamu
tiba-tiba raib kan, FZ? Kamu pergi, tanpa pamit. Saya baru tahu itu
ketika saya mencoba menyapamu, dan tak ada jawab.
Kamu tahu, FZ? Saya mencari-cari kamu kemanapun. Saya juga bertanya
kepada teman-teman. Mereka malah bilang kalau waktumu menemani saya
memang sudah habis. Saya tidak percayaaa ... ! Karena kamu tak pernah
bilang mengenai waktu kepada saya. Tetapi memang kenyataannya kamu
benar-benar raib. Tak ada celah untuk saya bisa menyapamu lagi. Bahkan
ketika saya berjanji untuk tak meminta macam-macam kepadamu hanya supaya
kamu kembali, kamu tetap tak kembali.
Saya benar-benar merasa kecewa dan kehilangan kamu, FZ. Saya tak
menyangka bahwa selama ini kamu menghitung waktu. Saya kira kita bisa
bersama selamanya.
Sekarang, hari-hari saya terasa hampa tanpa kamu. Memang, sepupumu sedikit memberi warna. Si 0F. Tetapi dia tidak seasik kamu.
Kamu tahu, FZ? Sampai sekarang saya bahkan belum bisa move on dari
kamu. Di luar sana, banyak yang mengajukan diri sebagai penggantimu,
tetapi saya tolak karena tidak ada yang setulus kamu. Dan
kenangan-kenangan kebersamaan kita masih seperti slide di kepala saya.
Berputar-putar mengingatkan-menyesakkan, yang akhirnya hanya membentuk
satu nama kamu: FreeZone. [*]
#edisi.lebay :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar