Nilai.
Apa sih nilai? Banyak sekali definisinya. Namun kali ini yang ingin saya catat adalah nilai yang memiliki arti: tulisan berupa angka yang pada bentuk-bentuk tertentu membuat kita senang dan pada bentuk yang lain membuat kita kecewa, kesal, sedih, bahkan menyalahkan.
Untuk mengelompokkan nilai mana yang membuat senang dan mana yang membuat kecewa juga relatif sekali. Ada orang yang sudah senang ketika mendapat nilai 8. Namun, ada juga yang masih kecewa ketika mendapat nilai 8. Tergantung KKM yang ditanam dalam pikiran, mungkin. Tetapi kalau saya sendiri sih tidak ada KKM.
Bicara nilai agaknya tidak bisa dijauhkan dari yang namanya 'tujuan ke sekolah'. Dalam teori, jika seseorang ditanya: apa tujuanmu berangkat ke sekolah? Kebanyakan mereka menjawab: menuntut ilmu. Namun bisa dipastikan, entah hanya secuil atau memang prioritas, mereka memiliki tujuan lain yakni mencari 'nilai'. Nilai yang baik tentunya. Hal ini bisa dibuktikan di lapangan bahwa ketika tugas yang Z (misalnya) garap sendiri dikoreksi, dan seharusnya mendapat nilai 98, sementara yang mengoreksi keliru menjadi 97, dia marah besar. Ini bisa jadi tanda bahwa nilai itu penting sekali baginya.
Apa sih nilai? Banyak sekali definisinya. Namun kali ini yang ingin saya catat adalah nilai yang memiliki arti: tulisan berupa angka yang pada bentuk-bentuk tertentu membuat kita senang dan pada bentuk yang lain membuat kita kecewa, kesal, sedih, bahkan menyalahkan.
Untuk mengelompokkan nilai mana yang membuat senang dan mana yang membuat kecewa juga relatif sekali. Ada orang yang sudah senang ketika mendapat nilai 8. Namun, ada juga yang masih kecewa ketika mendapat nilai 8. Tergantung KKM yang ditanam dalam pikiran, mungkin. Tetapi kalau saya sendiri sih tidak ada KKM.
Bicara nilai agaknya tidak bisa dijauhkan dari yang namanya 'tujuan ke sekolah'. Dalam teori, jika seseorang ditanya: apa tujuanmu berangkat ke sekolah? Kebanyakan mereka menjawab: menuntut ilmu. Namun bisa dipastikan, entah hanya secuil atau memang prioritas, mereka memiliki tujuan lain yakni mencari 'nilai'. Nilai yang baik tentunya. Hal ini bisa dibuktikan di lapangan bahwa ketika tugas yang Z (misalnya) garap sendiri dikoreksi, dan seharusnya mendapat nilai 98, sementara yang mengoreksi keliru menjadi 97, dia marah besar. Ini bisa jadi tanda bahwa nilai itu penting sekali baginya.
Sensitif sekali memang yang namanya 'nilai'. Karena nilai bahkan bisa memecah belah persahabatan. Misal ketika A dan B bersahabat. B dalam mengerjakan tugas menyontek A. Dan ketika dikoreksi ternyata B mendapat nilai 92 dan A mendapat nilai 91, lalu A marah karena merasa dikhianati (?) atau apalah. Seketika A membenci B dan memutuskan persahabatannya. Hanya karena nilai?!
Memang ya ilmu yang diperoleh dengan nilai yang diperoleh itu berbanding lurus. Dengan catatan, dalam pencapaian nilai itu menggunakan keringat sendiri, bukan keringat orang lain. Artinya, kita benar-benar mengerjakan soal itu sesuai dengan ilmu yang kita miliki. Sehingga nilai yang keluar juga menggambarkan berapa persen ilmu yang berhasil kita serap selama ini.
Saya sendiri menulis catatan ini karena teringat kepada beberapa hari silam ketika seseorang tiba-tiba protes menduga saya keliru mengoreksi tugasnya. Padahal saya merasa sudah sangat teliti dalam mengoreksi jawaban, mengingat dahulunya saya pernah keliru mengoreksi dan dimarahi habis-habisan. Tuh kan, bahkan nilai bisa membuat saya begitu takut dicap 'asal-asalan'.
Saya mungkin juga pernah seperti itu ding--terlalu ngotot dengan nilai. Dan saya mulai sadar ketika seorang guru berkata, "Saya hanya ingin kalian bisa. Masalah nilai rapor, jangan khawatir! Nilai rapor kalian terjamin! Nilai rapor itu nomor 33. Yang penting kalian bisa dulu.' kata-kata itu agaknya menyindir saya.
Menurut saya, tidak salah juga sih jika kita fokus mencari nilai yang baik, lantaran di Indonesia kan memang itu yang dicari yaa ... ? Oke, asalkan nilai itu kita dapat dengan keringat sendiri agar menjadi gambaran berapa persen ilmu yang berhasil kita serap. [petuah untuk saya juga]. :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar