Pernah mendengar atau membaca kata-kata begini, ‘mantan (pacar) itu cuma barang bekas, jadi dikasihkan saja ke yang membutuhkan’? Oww … ow … Pernah, tidak? Malah sering? Menurutmu, kejam banget tidak tuh kata-katanya? Haha. Jujur saja nih ya, kalau aku sih agak setuju dengan istilah itu ya. *peace*
Mantan oh mantan (pacar). Sering aku membaca status facebook berisi kata-kata seperti di atas. Saat itu aku sih tidak meng-klik ‘komentar’ ataupun ‘suka’ meski sebenarnya sangat prihatin pada kata-katanya. Yang aku pikir cuma mungkin emosi si empunya status pada seseorang yang dia sebut sebagai mantan (pacar) sedang berada pada titik kulminasi *sotoy*, jadi biarlah. Hanya kemudian aku sedikit memutar otakku diam-diam.
Begini, mantan (pacar) itu kan orang yang dahulunya pernah menjadi pacar kita. Nah, setiap hubungan pacaran yang usai pasti masing-masing individu akan men-cap individu yang lain sebagai mantan kan, ya? Maksudnya, entah dari sisi manapun (baik cewek ataupun cowok) pasti akan menyebut seseorang yang dahulunya pernah menjadi pacar mereka dengan sebutan ‘mantan’. Benar tidak sih?
Jadi, sebenarnya kalau kita pernah pacaran meski hanya satu kali, lalu putus, otomatis kita punya gelar ‘mantan pacar’ oleh mantan pacar kita. Bingung?
*dan seketika ada lampu di kepalaku*. Sepertinya si empunya status tidak sadar akan hal itu. Bahwa jangan hanya melihat dari sisi dirinya. Bahwa kalau disadari, dia juga seorang ‘mantan pacar’ bagi mantan pacarnya. Bahwa jika mantan (pacar) itu diartikan barang bekas, berarti dia juga barang bekas. Bahwa jika barang bekas dikasihkan kepada yang lebih membutuhkan, berarti pacarnya dia sekarang adalah juga ‘yang membutuhkan’ itu. Bingung? Nggak dong ya bagi yang pernah pacaran mah. :P
Tidak mau dicap barang bekas? Sebenarnya perkara mudah kalau kita tidak mau dicap barang bekas. Inget kan ya kalau barang bekas itu sama dengan mantan (pacar)? Jadi kalau tidak mau, tidak usahlah kita menjadi sosok ‘mantan pacar’. Satu-satunya cara supaya kita tidak menjadi mantan pacar itu ya dengan tidak pacaran. Betul tidak?
Kesimpulannya: pacaran bikin kita jadi bekas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar