Teman-teman
Blogger, pernahkan Anda mendapati dua orang yang berjabat-tangan dimana salah
satu di antara mereka sekalian mengangsurkan selembar uang kepada lawan
jabat-tangannya? Tanpa mengulangi bersentuhan tangan, lalu mereka tertawa
dan yang dikasih mengucap terima kasih. Yang demikian itu dinamakan salam tempel.
Salam
tempel. Salam tempel biasanya banyak didapati pada tempat-tempat hajatan dan
akan lebih banyak lagi ketika hari yang fitri tiba, seperti hari ini. Salam tempel
biasanya melibatkan anak-anak kecil dimana hal ini menjadi alasan kuat mereka untuk
bersilaturahim.
Saya
ingat, dulu saya pernah berlebaran di Jakarta. Waktu itu saya mengikuti
teman-teman saya berkunjung ke rumah-rumah tetangga dengan tujuan satu; salam
tempel. Dan sungguh, ternyata setiap rumah mereka menyediakan salam jenis ini. Pada
hari itu 'tempelan' yang saya dapat lebih dari lima puluh ribu. Bagi saya ini pencapaian
yang luar biasa mengingat ketika di kampong, menjumlah sepuluh ribu pada hari
lebaran pun sudah termasuk banyak. Hehe. Itu dulu, waktu saya kecil.
Sekarang, jika dipikir lagi, salam tempel kok sepertinya merendahkan silaturahim ya? Maksudnya begini,
niat awal bersilaturahim tertutup oleh niat mendapat salam tempel. Miris sekali. Jujur, dulu waktu kecil saya juga belum mengerti arti silaturahim
sebenarnya. Saya hanya mengikuti teman-teman berjabat-tangan, bahkan kepada
mereka yang belum saya kenal. Berarti dalam hati tidak ada niat maaf-memaafkan.
Hanya ada kesenangan tersendiri ketika dapat mengumpulkan uang banyak. Haha.
Dan kalau itu terjadi dewasa kini, dimana gundukan dosa juga kian tinggi, akan
lebih memiriskan lagi.
Salam tempel memang hanya cocok untuk anak kecil di mana-mana. Karena mereka
masih polos, karena mereka masih suka bermain-main, masih tidak menyembunyikan
amarah. Juga, untuk memotifasi mereka terkhusus melatih bersosialisasi meski
dengan niat yang keliru. Untuk orang remaja atau dewasa, salam tempel bisa
didapat dengan bekerja sendiri atau meminta orangtua bukan pada hari yang fitri
agar tidak mengotori hari itu.
Hm ... Membayangkan
bagaimana nanti jika saya dapat salam tempel, sepertinya sedikit memalukan dan
baiknya ditolak, tetapi jika menolak pun tidak enak. Jadi, bagaimana dong? *siapa juga yang mau ngasih lu tempelan?* haha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar