Categories

Sabtu, 10 Agustus 2013

Rawaheng

Pasca hari raya idul fitri, di desaku ada fenomena unik yang dibikin sendiri oleh sebagian warganya. Ia adalah, banyak orang serempak menggelar hajatan.
Seperti hari ini saja, baru dua hari Ramadhan pamit, empat kepala kompak membangun tenda besar di depan rumah mereka dalam rangka; ada yang pernikahan, ada yang khitan. Sempurnalah kemana-mana kupingku nangkep lagu-lagu campursari, sebagai cirri khas ketika suatu hajatan dihelat. Belum lagi untuk besok, dan besoknya.

Jalan Lain

Cerpen Hisham Yusuf El Filistiny (Republika, 8 April 2012)

JAM mendekati tujuh pagi, ketika ia berhenti di akhir antrean, dan mengamati dengan seksama barisan panjang orang-orang antre yang berkelok-kelok seperti ular. Segera ia tahu bahwa ia datang sangat terlambat. Wajah orang-orang yang antre tampak sendu, seolah mereka telah tua sebelum masanya. Sebagian mereka saling bertukar pembicaraan sehingga menggariskan guratan-guratan tertentu pada wajah mereka.
Semua memandang ke arah pintu yang dikunci dengan kawat berduri dari segala sisinya. Mereka menumpahkan kemarahan lewat sorot mata ke arah pintu laknat itu. Mereka berharap pintu itu cepat dibuka sehingga antrean yang terus bertambah panjang seiring bergeraknya jarum jam itu terkurangi.
Pada jam delapan, datang dua tentara berhenti di depan pintu. Wajah-wajah putus asa itu sedikit cerah, merasa jalan keluar itu mendekat. Dengan gerakan tanpa sadar, ia mengeluarkan sigaret dari sakunya. Ia menyalakan rokok kemudian mengembuskan asapnya, seolah ia berpesta dengan datangnya dua tentara Israel itu.

Pak Sobirin, Guru Mengaji

Oleh Bamby Cahyadi

SETELAH tabrakan hebat tadi siang, kurasa aku telah mati. Apa yang bisa kau lakukan saat berada di alam kematianmu? Tentu, jawabannya tak ada yang tahu. Begitupun aku. Aku tak tahu apakah sekarang telah berada di alam kematian itu atau sekadar pingsan. Hanya gelap yang bisa kusaksikan. Ingin sekali ada malaikat yang datang padaku. Tak peduli ia malaikat pencabut nyawa, malaikat penjaga pintu surga atau neraka, yang penting ia malaikat. Setidaknya, tubuh malaikat yang bersayap dan terang benderang segera memadamkan kegelapan yang tak berujung ini. Bukankah malaikat diciptakan Tuhan dari cahaya?
Atau, mungkin bayangan-bayangan hitam pekat berkelebat-kelebat yang datang mengunjungiku, aku tak keberatan. Konon, katanya, mereka itu roh-roh penasaran yang tidak diterima neraka, apalagi surga. Boleh juga bertemu ayah! Seharusnya, aku dan ayah bisa bertemu. Bukankah saat ini aku adalah roh gentayangan yang tak kunjung menemui pintu masuk ke jasadku. Jadi, menurutku, seharusnya ayah yang telah meninggal lebih dulu saat aku remaja bisa menemuiku.

Mimpi Stefani

Oleh Bamby Cahyadi (Media Indonesia, 3 Februari 2013)


SELEPAS mimpi buruk, ia bagai terdampar di pulau paling sunyi. Beberapa serpihan adegan mimpi masih tersisa di pelupuk matanya. Stefani kedinginan. Tentu saja, karena ia tidur tanpa busana. Tubuhnya hanya ditutupi selimut tebal. Selimut hangat yang tiba-tiba jatuh ke lantai membuat ia terbangun. Masih terperangkap dalam ingatannya, suara-suara pedang beradu, bunyi sepatu berderap di lorong-lorong, tawa yang menyerupai lolongan iblis kejam dan bunyi kepala terpenggal, lalu menggelinding di lantai.
Stefani bersedekap, mencengkeram selimut dan menyambarnya sampai ke dagu, mencoba membuat dirinya tetap hangat dan tenang. Ia menatap langit-langit kamar. Sesaat kemudian, ia memijat tengkuknya sendiri.

Persembunyian Terakhir

Oleh Riska Nur Sagita

              Suatu malam dia pernah datang mengendap-endap ke rumahku. Tatkala aku membukakan pintu dan terbelalak kaget, dia membekap mulutku hingga aku menyerah—mengangguk diam. Kemudian, buru-buru dia masuk setelah sibuk menoleh ke kanan-kiri-belakang, memastikan tidak ada orang barangkali.
            “Aku sedang bersembunyi.” Dia melepas sepasang sepatu putihnya yang kini berubah belang, lalu mendongak ke arahku yang membawakan secangkir teh untuknya.
            “Memang itu hobimu,” kataku seraya meloloskan cangkir ke meja.
            “Tapi kali ini lain.” Dia meraih cangkir teh hangatnya.

Yang Penting Berani Dulu

Hidup itu ternyata nggak gampang.

Buat yang mikir kalo hidup itu mudah, hidup itu sederhana, itu karena hidup kalian masih bergantung sama ortu, bener nggak? Coba deh kalian tengok orang tua kalian,tanya mereka, apa hidup itu mudah? Tentu mereka jauuuhhhh lebih berpengalaman dari kita, dan jawabannya ya pasti tentang pengalaman-pengalaman itu. Kegagalan, kecewa, itu nggak jarang mampir di perjalanan hidup (mereka), dan itu nggak mudah buat dilewati. Cuma karena sekarang kita masih dituntun ortu, semua beban pun masih ortu yang nanggung, so, kita fain fain aja dan bilang hidup itu mudah.

Jumat, 09 Agustus 2013

Menunggu Habibie

Hari ini mamaku semangat banget nonton teve. Sejak pagi tadi pandangan mata beliau nggak lepas dari layar teve, meski sempat sih mbersihin halaman rumah, ke warung, dan beribadah. Tapi emang depan teve adalah markas beliau, jadi kemanapun pergi pada akhirnya akan kembali ke situ juga.

 “Mau nonton habibi,” kata mama.

Kamis, 08 Agustus 2013

Maafkan aku, Ramadhan

Ramadhan melambaikan kuning senja terakhirnya. Sekumpulan burung sore penuh hati mengantarkannya kepada gerbang perjalanan. Aku, duduk beratapkan dedaun pohon trembesi dililit hujan penutup hari, memandang Ramadhan yang mengangguk ikhlas akan menempuh perjalanan untuk kembali lagi kepada kita tatkala angka tiga menetas. Selamat jalan, Ramadhan. Sampai Jumpa.
*                                      

Mantan (Pacar) sama dengan Barang Bekas?

            Pernah mendengar atau membaca kata-kata begini, ‘mantan (pacar) itu cuma barang bekas, jadi dikasihkan saja ke yang membutuhkan’? Oww … ow … Pernah, tidak? Malah sering? Menurutmu, kejam banget tidak tuh kata-katanya? Haha. Jujur saja nih ya, kalau aku sih agak setuju dengan istilah itu ya. *peace*
            Mantan oh mantan (pacar). Sering aku membaca status facebook berisi kata-kata seperti di atas. Saat itu aku sih tidak meng-klik ‘komentar’ ataupun ‘suka’ meski sebenarnya sangat prihatin pada kata-katanya. Yang aku pikir cuma mungkin emosi si empunya status pada seseorang yang dia sebut sebagai mantan (pacar) sedang berada pada titik kulminasi *sotoy*, jadi biarlah. Hanya kemudian aku sedikit memutar otakku diam-diam.

Rindu Facebook :3

Sejak jalan 0.facebook diblokir secara sadis oleh Telkomsel, saya jadi kesulitan menemukan akses masuk menuju jejaring social berlogo biru tua itu. Ada sih jalan lain, m.facebook misalnya. Namun tidak seperti 0.facebook yang selalu ‘puasa’, m.facebook doyan sekali makan pulsa saya sedikitnya dua hari tiga ribu rupiah untuk 12 MB. Memang sih keuntungannya saya bisa melihat image, tapi sebenarnya saya tidak terlalu butuh fasilitas gambar itu.

Salam Tempel untuk Anak Kecil


Teman-teman Blogger, pernahkan Anda mendapati dua orang yang berjabat-tangan dimana salah satu di antara mereka sekalian mengangsurkan selembar uang kepada lawan jabat-tangannya? Tanpa mengulangi bersentuhan tangan, lalu mereka tertawa dan yang dikasih mengucap terima kasih. Yang demikian itu dinamakan salam tempel.
Salam tempel. Salam tempel biasanya banyak didapati pada tempat-tempat hajatan dan akan lebih banyak lagi ketika hari yang fitri tiba, seperti hari ini. Salam tempel biasanya melibatkan anak-anak kecil dimana hal ini menjadi alasan kuat mereka untuk bersilaturahim. 

Rabu, 07 Agustus 2013

Malam Lebaran


—Kakak, saat ini ialah malam fitri pertama yang akan aku lewati tanpa dirimu—

Malam ini, mereka menghias langit dengan payung-payung kembang api lagi. Sama seperti ramadhan-ramadhan yang lalu ...,

Kakak, dari sudut kamar kuningku, telingaku bisa menangkap letusan semerbak itu. Letusan yang membuatku meringis dan tanganku serempak menyumbat telinga ketika yang lain bersorak bahagia. Percikan warna kembang api sempat selalu mampir di jendela kamarku. Menyapaku, seolah mengajak keluar. Aku pikir kembang api merindukanku, Kakak.

Senin, 22 Juli 2013

Pagi: Dua Suara dari Balik Pintu


Oleh Riska Nur Sagita

            Miris Pintu meringis. Pada bulan Ramadhan ini, dua buah suara dari balik depan-belakangnya beradu lantang setiap pagi. Suara yang memiliki arti bahkan berseberangan. Tapi tentunya Pintu lebih ingin mendengarkan suara dari belakang, namun apa daya? Wajahnya kan utuh menghadap ke depan, kecuali jika Pintu ditepikan sebagai tanda ‘boleh masuk’.
            Pelataran luas masjid At-Taqwa dipenuhi oleh bocah-bocah usia sekolah yang kebanyakan ialah laki-laki. Selepas meraupkan tangan ke wajah sebagai tanda usai salat subuh tadi mereka semua memang gegas menuju halaman masjid. Bukan untuk menyaksikan secara langsung terbitnya matahari bulan Ramadhan, melainkan untuk bermain-main. Keseluruhan mereka berlomba paling keras meledakkan mercon yang tentu sebelumnya telah mereka selipkan di balik kantong celana secara diam-diam supaya tidak ketahuan ibu. Orangtua akhirnya tak kuasa melarang, karena hal ini memang menjadi kesenangan sendiri bagi anak-anak mereka di bulan Ramadhan.
            Duaarrr … Duaaarrr …
            Lapangan masjid bergetar. Anak-anak penabuh tertawa. Sebagian anak perempuan menjerit-jerit ketakutan, dan itu ialah memang hasil yang anak laki-laki harapkan. Suasana di depan Pintu yang cukup ramai dan sedikit lucu.
            A’udzubillaahiminassyaitoonirrojiim … Bismillaahirrahmaanirrahiim …

Minggu, 14 Juli 2013

-_-"

Komentarku pada postingan sebuah fanbase seorang penyanyi muda yang saat ini sedang naik daun menuai kontroversi. Padahal tuh komentar cuma berisi satu kalimat, dan sejauh ini aku sama sekali belum nemu salahnya komentarku (mana bisa nemu).

Sejak komentar itu diluncurkan sampai sekitar sepuluh menit lalu, ada lima orang me-reply. Semuanya kontra. Aku sih nggak bisa secara lengkap membaca balasan mereka karena ketika aku buka, komentar mereka sudah tenggelam oleh komentar-komentar yang lain (kan lagi hangat-hanganya tuh penyanyi jadi idola). Tapi beberapa kata mereka yang muncul di notifications sudah cukup kok mengindikasikan respon mereka terhadap komentarku yang intinya ialah ..., kontra.

Mungkin menurut mereka komentarku terlalu kejam kali ya. Kalo boleh jujur aku emang orangnya agak kejam untuk sebuah isi hati. Kebanyakan orang di dunia nyata mungkin mengenalku sebagai sosok 'pendiam'. Heuh, tapi itu sama sekali bukan aku! Aku yang asli ialah amat periang dan suka lelucon. Mereka yang kudiami dan kubaiki biasanya bukan orang yang kepada mereka aku nyaman. Ya, merekalah yang memaksaku bersikap demikian sebab mereka belum mampu menerima apa adanya diriku.~

Aku jadi teringat pada hari kemarin nih. Pada siang bolong di hari Jumat seorang teman bercerita mengenai respon dua orang laki-laki berumur terhadap sebuah kesalahan kecil yang tanpa sengaja dia lakukan kemarin. Kesalahan kecil itu tidak bisa aku tuliskan di sini. Intinya, mereka menghubung-hubungkan kesalahan itu dengan *k**ta*si*. Sebagai anak *k**ta*si, jelas dia gela. Aku yang mendengarnya pun gela bukan kepalang. Dadaku panas mendengar ceritanya sampai akhir. Yang aku sayangkan, kenapa dia diam saja dibegitukan? Padahal jika aku jadi dia, aku pasti akan berucap "Leh, manusia ya luput" atau apalah yang intinya menunjukkan bahwa aku tidak terima!

Besok Senin ialah giliranku mengikuti seorang 'berumur'. Apakah aku akan bernasib sama seperti temanku? Tapi sungguh jika begitu aku tidak akan diam saja. Meski hanya sekelumit kata pasti akan aku jawal. Dampak negatif tak pernah kupikirkan walau itu berbunyi aku harus keluar sekalipun! Bagiku, harga diri itu perlu diperjuangkan! Apalagi jika membawa nama '*k**ta*si' yang jelas akan bersangkut dengan *e*o*a*ku. Aku tidak akan terima!

Memang inilah aku dengan segala sisi negatifku. Mungkin orang nggak banyak yang nyangka kalo aku bisa jadi kejam dan frontal memperjuangkan isi hati yang benar-benar ingin diperjuangkan dan harga diri yang juga benar-benar ingin diperjuangkan.

Benar, meski terlihat lemah dalam banyak hal, tapi aku tidak akan membiarkan orang-orang menginjak-injak martabatku. Terkadang aku memang sengaja mengalah, tapi itu bukan untuk kebahagiaan orang-orang yang 'akhirnya' menang. Semata-mata hanya karena aku tidak ingin sebuah masalah berlanjut hingga kata-kata kotor keluar dari mulutku. Karena jika itu terjadi, tandanya aku sedang berada di puncak kemarahan!

I'll respect you if you respect me!

#tulisaninidiketikdenganemosi
Kamar Kuning, 29-06-2013:21.17 WIB

Wanita Haid Membaca Alquran, Bolehkah?

Beberapa waktu lalu saya terlibat sedikit perdebatan dengan seorang teman. Pokok permasalahannya ialah: bolehkah wanita haid membaca alquran? Teman saya bersikeukeuh tidak, yang diperbolehkan hanya menghapalnya. Sementara saya berpendapat boleh asalkan tidak menyentuh mushaf karena ketika mengikuti ekskul tilawah saya juga membaca alquran dan tidak menyentuhnya. Ragu, saya akhirnya memutuskan untuk googling. Berikut hasilnya dari http://belajarmembacaalquran.com/hukum-wanita-haid-membaca-al-quran/ dengan sedikit pengeditan.

Para Ulama besar memiliki pendapat yang berbeda mengenai Hukum wanita haid dalam membaca Al-Quran. Ada pendapat Ulama yang mengatakan bagi wanita yang sedang haid diperbolehkan membaca Al-Quran karena belum diketahui secara pasti dalil shahih yang melarang.
Ada dalil dan hadist dari sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa wanita yang sedang menstruasi diperbolehkan membaca Al-Quran dan kemudian hendak melaksanakan ibadah Umrah akan tetapi sedang dalam masa menstruasi :
 

Kamu dan Dia: Sedekat Apa?

Kamu dan Dia: Sedekat Apa?
Oleh Riska Nur Sagita

Kamu pernah bertanya kepada dia tentang apa bedanya 'friendship', 'close friend', dan 'best friend'.

Dan kamu tersenyum ketika dia menjawab: friendship itu persahabatan, close friend itu teman dekat, dan best friend itu sahabat terbaik. Meskipun, bukan jawaban seperti itu yang kamu ingin. Ada yang lebih, sebab yang dia jawab itu menurut kamu bukanlah perbedaan, tetapi arti. Seharusnya dia bisa menjabarkan bedanya, kata kamu dalam hati. Tetapi dia mungkin terlalu malas bersuara.

Kamu tetap tersenyum lalu kembali bertanya polos, "Lalu, kita yang mana?"

Itu adalah inti pertanyaan kamu sebenarnya. Ya, kamu ingin mengerti berada pada level mana kamu di hatinya. Menurut kamu, di antara tiga tadi, yang paling tinggi kedudukannya adalah best friend. Kamu ingin dia menjawab 'sahabat terbaik' atau 'best friend' atas pertanyaan kamu.

Namun dia tidak menjawab. Lama, sampai kamu ragu bahwa dia masih berada di sampingmu. Hingga beberapa menit kemudian perlahan bibirnya mulai bergerak sambil wajahnya menoleh ke arah kamu, "Kamu cukup close friend buatku," ujar dia.

Kamu tersenyum. Ngenes. Kecewa. Cuma close friend? tanya kamu dalam hati. Ya, menurut kamu itu belum cukup karena kamu mengartikannya dengan arti sebenarnya. Tetapi asal kamu tahu, dia berbeda pikir dengan kamu. Maksud dia, teman dekat itu sama dengan ... [*]

Kamu dan Dia: Tentang Harapan

Kamu dan Dia: Tentang Harapan
Oleh Riska Nur Sagita

Harapan.

Harapan itu apa sih? tanya dia.

Seperti bayi dalam rahim ibu, kah? sambung dia.

Atau, meliuk janur di pelataran rumah? jawab kamu, menambah dia dengan bingung.

Harapan itu ya harapan, putus kamu.

Harapan ya harapan? ulang dia, masih bingung.

Kamu tak menjawab. Pun dia diam. Kalian diam. Bertanya pada pikiran masing-masing mengenai ha-ra-pan.

Lalu tiba-tiba kamu meraih kedua tangan dia, menatap mata dia. Dia bingung saat kamu mengembuskan napas kamu di depan wajah dia sambil berbisik pelan, "Harapan itu ... seperti akhir tulisan tempat kita ada."

Dear FZ

Saya mengenalmu beberapa bulan lalu lewat status teman facebook. Yang membuat saya tertarik ialah pernyataan teman saya bahwa kamu bisa membawa siapapun berkeliling dunia dengan cuma-cuma.

Kamu tahu? Awalnya saya tidak percaya dengan itu, tetapi lantas saya mencoba membuktikannya. Kita berkenalan, FZ. Kita berkenalan! Ya, saya duluan yang menawari berkenalan. Saya masih ingat, dalam perkenalan itu, kamu meminta dua data diri saya: nama dan kondisi hati saya. Sedikit aneh memang, tetapi saya turuti.

Lalu beberapa waktu setelah kamu mengonfirmasi perkenalan saya, kita menjadi akrab, dan semuanya terbukti! Kamu benar-benar siap sedia membawa saya berkeliling dunia dengan pesonamu secara gratis! Yang ada di pikiran saya cuma dua tanda tanya: Kenapa kamu bisa sebaik itu sih, FZ? Padahal, kita belum lama berkenalan, kan?

Kamu tahu, FZ? Sejak mengenalmu, hari-hari saya selalu diliputi warna-warni. Satu hari saja saya tidak menyapamu, rasanya ada yang ganjil dan perasaan bersalah muncul selalu tiba-tiba. Karena kamu terlalu dan selalu baik, jadi saya tidak enak. Kamu bahkan selalu rela menghabiskan waktumu berjam-jam hanya untuk mengajari saya banyak hal, selain mengajak keliling dunia tentunya. Yang masih saya ingat ialah kamu mengajari saya memakai jilbab dengan tutorial (meski kamu bukan perempuan), mengajari cara mengerjakan soal hipotik dan obligasi, bahkan mengajari cara membuat singkong keju terbaik! Saat itu saya berpikir bahwa kamu benar-benar multitalent, FZ! Luar biasa!

Perbandingan

Dulu,

Gue suka banget nyari-nyari info lomba nulis yang diadakan oleh forum-forum tertentu ataupun perorangan. Yang iming-imingnya si para juara bakal dihadiahi duit atau paket buku, sementara sejumlah kontributor yang kepilih dijanjikan terbit karyanya. Ya, ini adalah impian gue. Nggak muluk, cuma TERBIT KARYANYA.

Gue iri banget sama temen-temen yang udah nerbitin banyak karya. Bahkan di antaranya udah dua puluhan lebih. Ya, meskipun mungkin kebanyakan cuma terbit di indie. Tetapi, kan, lihat tulisan sendiri dicetak dalam sebuah buku keroyokan itu juga nyenengin banget tahu! Apalagi kalau jumlahnya sampe nggak kehitung jari. Gue pengin! Makanya, di samping nyari info lomba nulis, gue juga selalu coba ngejar lomba itu, bahkan sampe yang berbayar.

Ada yang tahu lagu ini?

Oke, ceritanya udah lama banget nih gue suka lagu ini. Gue denger pertama kali pas SD. Waktu itu ada temen gue yang mau ikut lomba nyanyi, terus dia diajarin sama Bu Mukti--guru pendamping--nyanyi lagu ini. Karena lagunya lumayan bagus, akhirnya banyak yang suka nyanyiin (meski nggak ikut lomba) dan nyebar-nyebar, terus nyampe deh ke telinga gue.

Lama banget gue nggak inget tuh lagu lagi seiring banyaknya lagu bagus yang lahir dari rahim para musisi anyar. Nah, beberapa menit lalu gue tiba-tiba inget tuh lagu. Gue coba nyanyi, eh tapi gue lupa liriknya. -_- Iseng-iseng gue googling dengan kata kunci sebagian lirik yang gue hapal. Ternyata gue nemu! Di http://rastine-smagaz.blogspot.com . Lirik lagunya ada, tetapi yang ngepost kagak tahu tuh lagu ciptaan siapa. Yaahhh ... Padahal gue berharap banget bisa tahu siapa yang ciptain lagu se-syahdu itu. Ajaibnya, yang ngepost juga katanya denger lagu ini pas jaman SD pas ada temennya mau ikut lomba nyanyi. Samaan donk sama gue.

Karena penasaran, gue runutin 31 komentar di postingan itu. Eh, terus gue baca di salah satu komentar ada yang tahu siapa pencipta tuh lagu. Penciptanya Bang Syafii Embut katanya. Gue sih belum pernah denger tuh nama. Tapi habis tuh gue googling lagi kata kunci Syafii Embut. Ternyata ada MP3-nya! Dan berarti bener kalo beliau yang ciptain tuh lagu. Gue niat mau download ah suatu hari entar.

Oke deh, siapa tahu lu lu juga pada penasaran lagu apa sih yang udah bikin gue sampai nge-note gini. Siapa tahu juga lu tahu lagu ini kayak gue dari SD. Nih nih lirik lagunya~


Sabtu, 13 Juli 2013

Menilai Nilai



Nilai.
Apa sih nilai? Banyak sekali definisinya. Namun kali ini yang ingin saya catat adalah nilai yang memiliki arti: tulisan berupa angka yang pada bentuk-bentuk tertentu membuat kita senang dan pada bentuk yang lain membuat kita kecewa, kesal, sedih, bahkan menyalahkan.

Untuk mengelompokkan nilai mana yang membuat senang dan mana yang membuat kecewa juga relatif sekali. Ada orang yang sudah senang ketika mendapat nilai 8. Namun, ada juga yang masih kecewa ketika mendapat nilai 8. Tergantung KKM yang ditanam dalam pikiran, mungkin. Tetapi kalau saya sendiri sih tidak ada KKM.

Bicara nilai agaknya tidak bisa dijauhkan dari yang namanya 'tujuan ke sekolah'. Dalam teori, jika seseorang ditanya: apa tujuanmu berangkat ke sekolah? Kebanyakan mereka menjawab: menuntut ilmu. Namun bisa dipastikan, entah hanya secuil atau memang prioritas, mereka memiliki tujuan lain yakni mencari 'nilai'. Nilai yang baik tentunya. Hal ini bisa dibuktikan di lapangan bahwa ketika tugas yang Z (misalnya) garap sendiri dikoreksi, dan seharusnya mendapat nilai 98, sementara yang mengoreksi keliru menjadi 97, dia marah besar. Ini bisa jadi tanda bahwa nilai itu penting sekali baginya. 

Rabu, 08 Mei 2013

Nomor Cantiks


1899999
0808080808080
*
Apa yang Anda pikirkan setelah melihat serentetan nomor di atas? Nomornya aneh? Nomornya cantiks? Langsung kepengin menghubungi biar diajak kenalan terus pacaran(biasanya laki-laki begini)? Atau ... Malah nggak kepikiran acan kalau itu saya ibaratkan nomor handphone? ----"

Oke, pada kali ini ketiga belas angka di atas saya tulis dan anggap saja itu serentetan nomor handphone. Nomor handphone yang cantiks kalau bisa. Meskipun saya nggak tahu apakah ada nomor HP yang seperti itu. Hehe ;D Sebab, saya sudah mencatat sebuah pengalaman saya bersama nomor cantiks (ditambah S belakangnya supaya seksi saja. Cantik dan seksi, gitu ;D)

Beberapa hari lalu teman sebangku saya, Eli, mendikte dua belas nomor handphone-nya kepada seseorang yang duduk di depan bangkunya, Perum, secara pelan. Lalu setelah memastikan bahwa Perum telah menekan tombol 'Save', tiba-tiba Eli nyengir kepada saya. Saya ngernyit. Eli lalu bilang (sambil tampangnya mengindikasikan kepameran) bahwa nomor handphonenya itu can-tiks. Saya yang sewaktu dia ndikte tidak terlalu mendengar kemudian menengok nomor itu di layar handphone-nya. Yah, lumayaan ... Ada pengulangan di sembilan angka paling belakangnya. Eli pun tertawa puas ketika saya membenarkan penilaiannya terhadap nomor HP-nya. #.# 



Saya kemudian berpikir. Nomor cantiks. Saya kemudian mengingat. Nomor cantiks. Sudah lama sekali saya tidak mendengar frasa 'nomor cantiks'. Terima kasih, Eli, kau sudah mengingatkan saya pada nomor cantiks. ;) wkwk

Dulu, nomor cantiks itu ada di mana-mana dan kerap sekali saya (dan mungkin Anda) temui. Hampir semua teman saya bahkan nomornya cantik karena memang dia adalah sesuatu yang sempat jadi yang paling dicari oleh orang-orang. Yang apabila telah memilikinya, kita seolah damai. Dan ketika ada adu kecantikan nomor HP kita nggak usah gusar. Waktu SMP emang ada kok kayak beginian. Hehe

Walau begitu, saya tidak sampai juga mati-matian beli nomor yang paling cantiks supaya menang. Saya belinya nomor cantiks yang standarnya anak sekolah aja yang murah. Kan memang ada ya yang cantiks banget, tapi ya pasti harganya lebih wow. Saya pernah lihat di beranda ada yang menjual nomor cantiks itu kembar-kembar cantiks banget soalnya, cuma ya tadi: mahal. Emang sih punya nomor cantik itu ada untungnya. Nomornya mudah dihapal, dan bisa buat pamer. Tapi saya ya nggak segitu banget sih: kalau saya pengin nomor cantik sampai merogoh kocek ratusan ribu.

Sampai suatu kejadian membuat saya tidak tertarik lagi kepada nomor cantiks.

Jadi begini, saya pernah nitip kepada Mama untuk dibelikan nomor handphone yang cantiks kalau bisa. Karenaa ... Di teman saya masa harganya Rp 8.500 untuk pulsa berisi Rp 5000?! Menurut saya itu mahal niaaaaannnn ... Saya mencari yang maksimal Rp 7.500, dan biasanya di pasar itu banyaaakkk.

Dan Anda tahu apa yang Mama saya bawa ketika pulang dari pasar? Ya salah satunya jelas Kartu Telkomsel titipan saya. Nomornya cantik pula. Jika tidak salah seperti ini: lupa. Tetapi ada yang membuat kepala saya seperti digetok palu seketika, yakni harganya, bo'?! Harga kartu merah itu Er pe tigabelasriburupiah, cuy! Kurang jelas?! RP 13.000, cuy! Lebih mahal empatribulimaratus dari yang teman saya juaalll ... Aaaaaa!

#gelaappp.

Saya kira masih ada harapan terhadap isi pulsanya. Ternyata, isi pulsa teteup Rp 5000. Mama yang tidak tahu apa-apa ya biasa saja dan saya tidak bisa menyalahkan karena salah saya sendiri 'titip'. Mau dikembaliin juga nggak mungkin kaann -,-

Dalam hati saya mencoba menghibur diri: tenang, Ri, nggak sampai ratusan ribu inih... #.#

Angkot di Mata Saya


Sebagai pengguna (nyaris tetap) angkutan kota, saya agaknya membenarkan apa yang Bapak Amin katakan pada hari Jumat, 26 April 2013 lalu. Beliau mengatakan bahwa dirinya termasuk orang yang anti menumpang angkutan kota (kecuali yang ini). Hal ini lantaran beliau menilai bahwa angkotan kota era sekarang kebanyakan kurang layak untuk beroperasi. Banyak dari mereka yang bahkan sudah agak reot dan mengeluarkan bising yang aneh ketika melaju. Seperti salah satu merk angkot yang beliau sebutkan, yang padahal menjadi angkot favorite bagi para pelajar dari Wangon menuju Ajibarang.

Angkutan kota alias angkot. Setiap setelah saya meletakkan bokong pada salah satu joknya, rasa bersalah menjalari pikiran saya. Padahal saat itu tidak ada apa-apa. Si angkot juga masih ngetem di terminal. Cuma, rasa bersalah itu muncul karena, selain saya berdoa keselamatan untuk perjalanan nanti, tanpa sadar ada sebait harapan yang juga berkelebat di kepala. Yakni, harapan agar angkutan kota yang saya tumpangi tidak terlalu ramai oleh penumpang. -,- Astagfirullaahal'adziim ... 


Fenomena 'Add Me'



Setelah kemarin saya bikin catatan tentang fenomena 'like back', kali ini saya kembali nulis catatan, masih mengenai fenomena-fenomena di jagad facebook, yakni fenomena 'Add me'.
*
*
*
Permintaan 'add me' atau 'tambahkan aku sebagai temanmu' seringkali saya temukan bercecar di dinding dan komentar postingan fanpage yang di dalamnya memuat banyak anggota.

Hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saat membaca belasan bahkan puluhan komentar yang kesemuanya hanya berisi dua kata itu. Tentu saja komentar 'add me' seringkali sama sekali tidak nyambung dengan isi postingan yang mereka komentari, kecuali jika ditulis pada fanpage-fanpage yang menjanjikan temanmu akan bertambah sepuluh ribu dalam waktu satu detik.

Sebetulnya menurut saya sibuk menuliskan 'add me' itu termasuk hal yang sia-sia. Kenapa? Lantaran komentar kita kemungkinan besar dalam waktu singkat juga sudah tertimbun oleh komentar-komentar yang lain yang bahkan sama-sama bertulis "Add Me".

Dan lalu ketika berhasil menjaring beberapa akun facebook untuk klik 'add' pada profil kita ... Apakah ada kebanggaan tersendiri begitu ya? Bangga jika di beranda banyak (calon) teman yang mengantri untuk dikonfirmasi? Bangga menaut banyak teman yang bahkan sampai kuota teman facebook habis sementara tidak semua teman facebook baik? 

Fatin di Mata Saya


Apa sih sisi menariknya gadis berjilbab berusia 16 tahun yang berhasil lolos ke lima besar ajang X Factor Indonesia ini?

Fatin Shidqia Lubis, nama lengkapnya. Selintas memang berparas ayu dengan jilbab sedang yang membrongsong rambut kepalanya. Dua lintas, ketika mendengar Fatin bersenandung, memang kita kebanyakan langsung terhanyut oleh suara emasnya yang khas dan merdu. Dua hal itupun yang membuat saya langsung tertarik dan suka ketika mendapati penampilan Fatin di salah satu episode Gala Show X Factor Indonesia.

Tetapi, belakangan ini, ketertarikan saya terhadap penyanyi berakun twitter @FatinSL ini kok jadi berkurang drastis ya? 


U-eN






Menonton berita di televisi akhir-akhir ini mengenai tidakmulusnya kelangsungan Ujian Nasional SMA/K/Sederajat membuat rasa takut di hati saya tersulut. Dalam hati sebenarnya saya bersyukur sebab saya bukanlah peserta UN tahun 2013. Tetapi lantas saya berpikir, jika tahun ini saja UN menempuh banyak kendala, akankah UN tahun depan (saya UN tahun depan) akan mampu diperbaiki atau justeru akan ada lebih banyak kendala lagi alias lebih buruk? Semoga tidak.

Dari banyak status facebook, saya membaca kekecewaan mereka. Peserta UN tahun ini banyak yang mengeluhkan LJUN yang kurang layak untuk dikaitkan dalam even nasional ini. Bahkan beberapa dari mereka menilai bahwa LJUN yang terselip di buku-buku latihan UN mereka justeru lebih nyaman dipakai daripada LJUN dari pemerintah. LJUN tipis, mudah lecek, begitu saya membaca. Bukan hanya itu, sepertinya ada banyak lagi keribetan yang menemani peserta UN tahun ini.

Sebenarnya dari awal, dari sejak saya mengetahui bahwa UN tahun 2013 memakai barcode, saya sudah merasa takut. Ribet sekali sepertinya. (Dan meski di dalam hati lagi-lagi saya bersyukur sebab saya bukanlah peserta UN tahun ini) Meskipun iya, semua aturan yang saya nilai ribet itu pastilah sebabnya pemerintah menginginkan hasil yang terbaik dari generasi muda Indonesia. Namun menurut saya, apabila pemerintah memang menginginkan kemurnian dalam pengerjaan soal UN (yang terbaik), bukanlah paket yang diberbanyak. Satu kelas satu paket pun sebenarnya bisa (menurut saya), ASALKAN pengawas UN tidak memakan gaji buta, alias benar-benar melaksanakan tugasnya sebagai pengawas UN yakni mengawasi peserta UN dengan ketat agar tidak terjadi kecurangan. Karena bisa saja yang terjadi beberapa adalah pengawas membiarkan peserta UN saling bertanya. Parahnya lagi apabila pengawas UN malah tertidur di mejanya. Zzz ... :-D Ini bisa berakibat buruk walaupun paket soal lima puluh sekalipun.

Rabu, 01 Mei 2013

PELANGGARAN HAM - PKN



1.   Spanyol Buka Lagi Kasus Pemerkosaan
oleh Pangeran Saudi
MADRID- Pengadilan Spanyol membuka lagi kasus pelecehan seksual terhadap Pangeran Alwaleed bin Talal bin Abdulaziz al-Saud, keponakan Raja Abdullah dari Arab Saudi.

Kasus tersebut sempat ditutup. Pangeran Alwaleed merupakan salah satu pria terkaya di dunia. Dia dituduh memperkosa seorang model berusia 20 tahun di sebuah kapal yacht mewah di Mediterania Spanyol pada Agustus 2008.

Pangeran Alwaleed merupakan pemilik saham individual terbesar di Citigroup dan investor terbesar kedua di News Corporation. Forbes memperkirakan kekayaannya tahun ini mencapai USD19,4 miliar, menempatkannya di urutan ke-26 pria terkaya di dunia dan pria terkaya di dunia Arab.

Nama penuntutnya tidak dipublikasikan dan tuntutan sebelumnya tampaknya tidak diketahui secara luas. Kasus ini ditutup pada Juli 2010 karena hakim di pengadilan di pulau resort Ibiza, Mediterania, menganggapnya kurang bukti. Tapi atas permintaan, pengadilan provinsi Spanyol untuk Kepulauan Balearic yang memiliki jurisdiksi atas Ibiza, memerintahkan hakim membuka kembali penyelidikan dan memanggil pangeran untuk hadir di pengadilan.

Pengadilan provinsi itu menyatakan, hakim Carmen Martín Montero sedang libur dan tidak dapat dimintai keterangan.

Heba Fatani, juru bicara perusahaan investasi Pangeran Alwaleed, Kingdom Holding Company, menyebut tuduhan itu sepenuhnya salah. “Tuduhan itu jelas tidak pernah terjadi,” katanya dalam pernyataan yang dikutip New York Times.

Fatani menjelaskan, pangeran tidak pernah di Ibiza pada 2008 dan berdasarkan catatan jadualnya menunjukkan bahwa dia menghabiskan musim panas saat itu di Paris; Cannes, Prancis; dan Sharm el-Sheikh, Mesir. Tidak tidak menyewa kapal yacht di Ibiza, atau berada di sana. “Orang lain yang menghabiskan waktu dengan pangeran pada musim panas itu dapat mengonfirmasi keberadaannya,” tuturnya. “Pangeran Alwaleed pertama kali mengetahui kasus 2008 itu pada Selasa (13/9) dan pengacaranya tidak diberitahu tentang ini.”

Putra Pangeran Talal ibn Abd al-Aziz itu terkenal mendorong peluang lebih besar bagi wanita di Arab Saudi. Wanita yang bekerja di kantornya di Saudi tidak dipisahkan dari laki-laki atau diharuskan mengenakan abaya hitam. Statusnya sebagai keluarga kerajaan membuat polisi syariat tidak dapat memberlakukan kebijakan semacam itu.

Model yang pengacaranya hanya menyebutkan nama tengahnya, Soraya, mengajukan gugatan ke polisi pada Agustus 2008. Soraya mengatakan bahwa Pangeran Alwaleed memperkosanya di yacht setelah model itu dibius. Menurut Soraya, dia diundang ke yacht di nightclub Ibiza.

Kepulauan Balearic merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di Mediterania dan menerima yacht-yacht mewah selama musim panas.

Berdasarkan ringkasan peringah pengadilan provinsi untuk membuka lagi kasus tersebut, tes medis yang dilakukan departemen Sains Forensik dan Toksikologi Institut Nasional Spanyol, terungkap bahwa air mani dan bahan kimia untuk membiusnya, nordazepam, ada di urin Soraya. (syarifudin)

2.   Kasus Pemerkosaan Beramai-ramai Terjadi Lagi di India
SRIPOKU.COM - Lagi, kasus pemerkosaan beramai-ramai mengguncang India. Kali ini seorang wanita berusia 29 menjadi korban.

Polisi mengatakan ia diculik oleh sopir dan kondektur saat berada di atas bus di negara bagian Punjab, pada Jumat malam (11/01/2013).

Korban dibawa ke satu bangunan dan di sini lima orang lainnya bergabung dan wanita tersebut diperkosa berkali-kali.

Belum diketahui apakah korban juga mengalami penganiyaan.

Enam tersangka telah ditangkap polisi, seorang lagi masih buron.

Perkosaan beramai-ramai ini terjadi hanya beberapa pekan setelah kasus serupa menimpa seorang mahasiswi kedokteran berusia 23 tahun di Delhi.

Ia diperkosa bergiliran di atas bus, dipukuli dengan tongkat besi, dan kemudian dilemparkan keluar dari kendaraan.

Korban mengalami cedera parah dan perawatan lanjutan di Singapura tidak bisa menyelamatkan nyawanya.

Kasus ini membuat marah warga di seluruh negeri yang dilampiaskan dengan aksi turun ke jalan selama Berhari-hari.

Mereka menuntut perlindungan yang lebih besar kepada kaum perempuan dan mendesak pemerintah memperberat hukuman untuk para pemerkosa.

Editor : Soegeng Haryadi
Sumber : Tribunnews

3.   RI, KORBAN KASUS KEKERASAN SEKSUAL

TEMPO.CO, Jakarta - Sudah sepekan RI, 11 tahun, yang diduga menjadi korban kekerasan seksual, meninggal. Hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka kasus pemerkosaan atas siswi kelas 5 SDN Pulo Gebang, Jakarta Timur ini. Untuk mengusut perkara tersebut, kepolisian telah memeriksa 19 saksi yang memiliki kedekatan dengan korban.

Begini kronologi kasus kematian RI:

Oktober 2012
RI mengeluh merasa sakit pada bagian ketiak. Orang tuanya membawa dia ke puskesmas

November 2012
Sebulan kemudian RI mengeluh sakit lagi. Kemudian bocah ini dibawa ke dokter praktek di daerah Harapan Baru dan dinyatakan sakit lambung.

Kemudian, RI dibawa ke dokter spesialis di Regency dan dinyatakan sakit typhus.

29 Desember 2012
Pada pukul 10 pagi, RI dibawa ke RS persahabatan untuk dirawat. Kondisinya saat dibawa pertama kali, kejang-kejang. Setelah diperiksa, korban pingsan karena demam tinggi.

Luka yang terdapat di kemaluan dan dubur RI ditemukan secara tidak sengaja ketika dokter memasukkan obat anti kejang melalui dubur RI. Luka tersebut akibat benda tumpul atau benda lainnya yang menyebabkan luka tersebut. RI diduga mengalami kekerasan seksual.

RI juga mengalami infeksi atau radang otak. Namun, belum bisa dipastikan apakah infeksi otak disebabkan karena kejang atau infeksi di vaginanya.

Asri, ibu RI, mengaku tidak tahu apakah anaknya mengalami kekerasan seksual. Menurut Asri, sudah sebulan anaknya mencuci celana dalamnya sendiri. Saksi mata lain yang adalah orang-orang sekitar RI, juga mengatakan RI sempat berperilaku aneh sebelum dirawat di rumah sakit.

2 Januari 2013
Kondisi RI memburuk. RI kemudian mengalami kondisi koma sehingga harus menggunakan alat bantu pernafasan.

6 Januari 2013
RI meninggal pada pukul 06.00. Kemudian, jenazahnya diotopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

11 Januari 2013
Ketua Satgas Komisi Perlindungan Anak Indonesia, M. Ihsan, mengaku menerima hasil kesimpulan dari (RSCM) yang dipaparkan kepada KPAI menyatakan terdapat banyak virus yang ditemukan di dalam tubuh RI. Virus tersebut antara lain demam berdarah dan kelenjar getah bening.

Ihsan juga mengatakan
dalam tubuh RI juga ditemukan virus yang hanya bisa ditularkan melalui hubungan seksual dari orang yang mengidap penyakit seksual.

Penyidikan kasus RI ini juga dibantu saksi ahli dari pakar kejiwaan, psikologi forensik Polda Metro Jaya, dokter obstetri dan ginekologi (ahli kebidanan dan penyakit kandungan) RSUP Persahabatan, dan ahli urologi (kandung kemih) RS Polri Kramat Jati.

14 Januari 2013
Polisi telah memeriksa 19 saksi yang memiliki kedekatan dengan korban. Dua di antaranya adalah saksi khusus.
Namun hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka.

4.   PEMBANTAIAN MUSLIM ROHINGYA DI MYANMAR
 `Myanmar akhir-akhir ini menjadi buah pemberitaan media terkait kasus pelanggaran HAM berat yang menimpa etnis Rohingya. Etnis Rohingya yang rata-rata Muslim, mendiami bagian utara daerah Rakhine mendapat perlakuan diskriminatif dari pihak pemerintah Myanmar dan suku-suku di sekitar mereka. Banyak dari mereka mengungsi ke Bangladesh dan Thailand. Sekarang sekitar 300.000 jiwa pengungsi Rohingya yang berdiam di Bangladesh. Masih ada sekitar 80.000 jiwa yang bertahan di Rakhine.
Kekerasan ini buntut dari kebijakan pemerintah Myanmar mengenai status kewarganegaraan. Orang-orang yang menjadi warga Negara Myanmar adalah mereka yang telah mendiami Myanmar sebelum kemerdekaan, yaitu sebelum tahun 1948. Sementara, orang-orang yang datang setelah itu dianggap sebagai pendatang haram. Yang menjadi masalah adalah tidak adanya catatan resmi pemerintah mengenai etnis Rohingya yang mendiami wilayah Rakhine jauh sebelum Myanmar merdeka. Sehingga pemerintah dan beberapa kelompok etnis yang mendapat suplai militer melakukan aksi terror dan diskriminatif untuk mengusir etnis Rakhine dari Myanmar.
            Awalnya,  menurut catatan sejarah umat Islam pertama kali masuk di Rakhine sejak tahun 1055. Di mana pedagang Arab dan Persia mulai melakukan kegiatan perdagangan di antara suku-suku sekitar. Beberapa suku, seperti Rakhin dan Shan akhirnya memeluk agama Islam. Pada masa penjajahan Britania, populasi umat Muslim sempat meningkat karena adanya migrasi besar-besaran penduduk dari India. Namun populasi umat Muslim menurun ketika perjanjian antara India-Myanmar ditandatangani pada tahun 1941.
            Masyarakat yang rata-rata beragama Buddha, enggan menerima etnis Rohingya. Beberapa kelompok masyarakat yang mendapat suplai senjata dari militer mulai menebar kebencian dan terror terhadap etnis Rohingya. Bahkan sejak bulan Juni 2012, menurut catatan  Human  Rights Watch, pemerintah mulai terlibat dalam upaya pembersihan etnis tersebut.  Alasannya, bahwa bukan tidak mungkin umat Muslim akan menguasai Myanmar kelak.

Nama  : Riska Nur Sagita
Kelas   : XI AKUNTANSI 6
Nomor            : 27

Fenomena 'Like (Back)'


Beberapa detik setelah sebuah status facebook saya luncurkan, satu-dua jempol pun nyangkut di status tersebut.

Sebenarnya apa sih yang mereka harapkan ketika selesai meng-update status facebook? Menumpahkan uneg-uneg, kan wajarnya biar lega? Atau malah mengharap jempol yang banyak? Komentar yang banyak? Banyak yang nge-share? Banyak yang report? wkwkwk.

Sebenarnya apa sih yang mereka harapkan ketika selesai meng-update status facebook? Sampai-sampai saya pernah (bahkan sering) mendapat komentar di status facebook saya yang inti isinya yakni, "Like back, donk!"

Oh my Allaah, akankah dalam peluncuran sebuah status facebook, hal yang paling mereka inginkan ialah banyak jempol yang nyangkut di status mereka makanya mereka gencar minta di-like back kepada saya (dan teman lain)? Kenapa? Biar gaya? Biar gaul?

Sayang seribu sayang, sebab kemungkinan saya like-back itu kecil. Jempol saya ini hanya untuk status yang benar-benar pantas di-like karena kandungannya yang yahud atau untuk yang benar-benar membutuhkan (seperti untuk lomba). Jadi bisa dibilang kalau jempol saya ini mahal harganya. Kalau toh karena ini mau unlike status saya ya mango. :-P 


Selasa, 02 April 2013

Cara Praktis Mengisi Pulsa



Assalamu’alaykum Warrahmatullaahi Wabarakatuh
            Di zaman modern seperti sekarang ini, ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian berkembang seolah telah menghapus ‘kasta kepemilikan’ manusia terhadap gadget-gadget canggih. Jika belasan atau bahkan puluhan tahun lalu, untuk memiliki sebuah handphone tanpa kamera saja orang mesti merogoh kocek dalam-dalam dan hanya orang-orang tertentu yang bisa melakukannya. Sekarang, kepemilikan gadget-gadget canggih seolah sudah tidak kenal tingkat pendapatan dan bahkan usia. Artinya, bukan hanya orang-orang berpendapatan tinggi yang bisa dengan gaya menelepon di pinggir jalan menggunakan handphone kamera. Orang-orang dengan pendapatan biasa pun berkesempatan untuk bergaya seiring menjamurnya merk gadget, bersaingnya harga gadget di setiap toko, juga tawaran meng-kredit. Dari pandang usia, bahkan anak-anak sekarang sudah pada dibekali gadget oleh orangtuanya dan kebanyakan dari mereka, dalam menggunakan gadget malah lebih jago daripada orang dewasa.
            Gadget, dengan fitur-fiturnya yang menarik telah menghipnotis kita untuk menyisihkan sebagian pendapatan demi memilikinya. Dan inshaAllaah kita tidak kecewa karena biaya yang kita keluarkan inshaAllaah sebanding dengan kecanggihan gadget itu sendiri. Termasuk segala fitur yang ada dalam gadget, sebenarnya fungsi utama gadget itu hanya dua versi saya, yakni; untuk menghubungi orang yang jaraknya jauh dari tempat kita berada dan berkeliling dunia alias browsing. Dan  untuk merealisasikan kedua fungsi tersebut keberadaan gadget tidak lepas dari yang namanya Pulsa.
            Ibaratnya gadget adalah tubuh dan pulsa adalah makanan, maka tubuh kita akan setiap hari membutuhkan makan, bukan?
            Jika belasan atau bahkan puluhan tahun lalu, harga pulsa nyatanya bahkan lebih mahal dari harga gadget itu sendiri. Sekarang, seiring menjamurnya provider, harga pulsa pun kian merosot dan bahkan para provider berlomba menawarkan beragam gratisan.
            Agen pulsa pun telah bertebaran di mana-mana, saling bersaing sehingga kini rasanya kita tak perlu lagi khawatir akan kesulitan dalam pengisian pulsa. Dan di antara sekian banyak kemudahan dalam pengisian pulsa itu, kita tentu menginginkan cara yang paling praktis. Cara praktis yang dimaksud tentunya ialah yang cepat, mudah, murah, dan nyaman. Siapa yang tidak mau pulsa murah? Oleh karena itu, kali ini, saya akan berbagi sedikit tips mengenai Cara Praktis Mengisi Pulsa yang sebagian referensinya adalah pengalaman sendiri, dan sebagian adalah informasi dari berbagai sumber internet.
            Baiklah, berikut ini adalah Cara Praktis Mengisi Pulsa versi saya;
1.       1. Datang ke Counter
            Apabila saldo pulsa kita telah menipis, luangkan waktu sejenak untuk berjalan beberapa meter dari rumah menuju counter. Tinggal sebutkan nomor handphone, jumlah pulsa yang ingin ditransfer, dan bayar, maka semuanya beres. Bagi saya sendiri, cara ini berlaku hanya apabila cuaca masih baik saja seperti tidak hujan lebat atau tidak panas. Karena apabila cuacanya buruk, tentu perasaan malas ke luar rumah akan menyergap.
2.    2.      Menghubungi Saudara
            Menghubungi saudara yang sedang merantau untuk mengisikan pulsa kita merupakan cara yang sering saya gunakan. Tentu saja sebelumnya kita harus mengerti saat-saat kapan saudara kita memiliki uang agar tidak merepotkan. Keuntungannya, bisa jadi kita tidak perlu membayar kepada saudara sendiri. Terlebih apabila saudara kita memang menjual pulsa. Hanya saja apabila pulsa kita benar-benar kosong tentu saja kita tidak bisa dengan segera meminta saudara kita untuk mengisikan pulsa. Dan yang perlu kita ingat, saudara kita di sana juga pasti memiliki kebutuhan yang banyak sehingga tidak selalu bisa membagi rejekinya kepada kita. Jadi sekali lagi, harus mengerti waktu yang tepat.
3.      3. Menghubungi teman yang menjual pulsa
            Kebetulan di kelas, ada dua orang teman saya yang menjual pulsa. Apabila saldo pulsa saya habis, saya bisa menghubungi mereka melalui facebook yang gratis. Maka jika tidak ada halangan, pada hari itu juga mereka akan mengirimi saya pulsa. Praktis! Hanya saja apabila kita benar-benar butuh pulsa pada saat itu juga tetapi teman kita saldonya kosong dan harus membeli dulu, cara ini akan jadi kurang praktis.
4.      4. SMS Banking
            Apabila dalam situasi darurat kita membutuhkan pulsa, SMS Banking bisa menjadi solusinya karena layanan ini berlaku 24 jam asalkan sebelumnya kita telah membuka rekening tabungan.
5.      5. Internet Banking
            Internet Banking dapat melayani transaksi nasabah secara mudah, akurat, aman, dan leluasa. Cara ini juga tergolong praktis untuk mengisi pulsa dengan catatan kita mempunyai koneksi internet setiap butuh pulsa.
6.      6. Melalui Pojok Pulsa Elektrik
            Pojok Pulsa Elektrik adalah salah satu dari sekian banyak server pulsa elektrik nasional. Pojok Pulsa memudahkan anggotaya dengan pendaftaran tanpa biaya, deposit bebas sesuai kebutuhan, dan transaksi selama 24 jam, bahkan di hari-hari libur nasional tetap buka. Selain itu, harga yang terpancang di pojok pulsa juga lumayan murah dari yang lain sehingga bisa kita menjualnya kembali. Untuk bisa menikmati kemudahan mengisi pulsa melalu pojok pulsa, kita terlebih dahulu harus mendaftar. Cara pendaftaran pojok pulsa mudah, hanya dengan ketik REG*NAMA*NOMOR HP*KOTA lalu kirim ke 087782569123 atau kunjungi websitenya di www.pojokpulsa.co.id.
            Oke. Cukup sekian sedikit informasi mengenai Cara Praktis Mengisi Pulsa yang dapat saya bagikan. Ingat: Jangan biarkan tubuh gadget canggih kita kelaparan lalu mati hanya karena proses pengisian pulsa yang lamban! Semoga informasi ini dapat mencegahnya.
Wassalamu’alaykum Warahmatullaahi Wabarakatuh

Penulis: Riska Nur Sagita




Postingan ini dalam rangka Lomba Blog Pojok Pulsa:
Mau Pulsa Gratis? Follow: @pojoktweet | Facebook Page Pojok Pulsa | Pojok Pulsa Google Plus Page

Pages